Global Energy | Artikel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Artikel

Diperkirakan Konsumsi Listrik Turun Jelang dan Saat Hari Raya Idul Fitri

bkjhgsdqrih.png

Dari tahun ke tahun, di saat puasa Ramadhan biasanya terjadi dua pola waktu peningkatan   pemakaian listrik oleh masyarakat setiap harinya. Yakni pada petang-malam hari antara pukul 17.00-22.00, dan pada dini hari-subuh antara pada pukul 02.00- 05.00.

 

Pada rentang pukul 17.00-22.00, peningkatan konsumsi listrik terkait dengan aktivitas masyarakat menyiapkan aneka kebutuhan menjelang waktu berbuka puasa dan saat melaksanakan ibadah sholat taraweh. Dan pada rentang, pukul 02.00- 05.00, komsumsi listrik terutama untuk persiapan makan sahur.

 

Namun pada waktu awal-awal puasa ramadhan, secara umumnya tidak terjadi perbedaan yang mencolok dalam hal konsumsi listrik oleh masyarakat.

Sedangkan pada minggu-minggu menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri, biasanya penggunaan listrik masyarakat relatif menurun. Penurunan itu lantaran banyak masyarakat yang melakukan aktivitas mudik, sehingga rumah yang ditinggal tak membutuhkan listrik secara signifikans seperti di hari-hari biasa lainnya. 

 

Penurunan konsumsi listrik jelang dan saat bulan puasa itu diprediksi bisa mencapai 25 persen. Setidaknya angka itu merupakan perkiraan Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati beberapa waktu lalu berdasarkan pada pola konsumsi listrik masyarakat pada bulan ramadhan dan lebaran di tahun-tahun sebelumnya.

 

Meski demikian, tentu masyarakat juga berharap PLN tetap siaga dalam menyiapkan para petugas dan segenap peralatan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan kendala dan gangguan pasokan listrik di saat bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Agar kelancaran pasokan listrik di rumah-rumah penduduk dan masjid-masjid dipastikan berjalan baik.

 

 

Sehingga masyarakat, khususnya masyarakat muslim Indonesia, bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan berlebaran dengan lebih khusuk tanpa kekhawatiran pemadaman listrik yang tak dikehendaki. (red-gdm).